Ad Space

Watch television - Online IP televisionConnect to 4000 Online TV channels from your computer. Not required of a television hardware. 100% legal - no monthly fee needed.

Watch television channels online from home. All you need is our IP television software, your PC, and online connection.

One of the most convenient things about live ip television is that since you are watching it on your computer when a advertising comes around instead of having to sit through it you can just surf the web, which gets rid of the pain of advertisings.

No reason to buy regular TV for thousands of dollars if you can watch TV on your notebook? Internet TV is the next big step in Internet technology. Simply put, Online television offers the user ability to playback their most viewed channels and films without clicking a button on the TV remote control.

It's hard to believe how many opportunities we have with the world wide web on computer. Although Internet TV is a significantly new invention, it is becoming the standard so quickly that it may soon displace regular TV like the cellular is replacing home telephone.

Senin, 29 Agustus 2011

SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1432 H




Bila kata merangkai dusta..

Bila langkah membekas lara…
Bila hati penuh prasangka…
Dan bila ada langkah yang menoreh luka.
Mohon bukakan pintu maaf…
Selamat Idul Fitri 1432 H

Mohon Maaf Lahir Batin

Read More......

Jumat, 28 Januari 2011

Ekspektasi GDP AS Positif, Rupiah Menguat

Oleh: Ahmad Munjin
Pasar Modal - Jumat, 28 Januari 2011 | 06:00 WIB


INILAH.COM, Jakarta - Kurs rupiah di pasar spot valas antar bank Jakarta, Jumat (28/1) diprediksi menguat. Positifnya ekspektasi atas rilis data pertumbuhan AS jadi katalisnya.

Albertus Christian K, periset dan analis senior PT Monex Investindo Futures mengatakan, potensi penguatan rupiah hari terutama dipicu oleh positifnya ekspektasi atas data pertumbuhan ekonomi AS untuk kuartal keempat 2010 nanti malam.

Menurutnya, Gross Domestic Product (GDP) AS diprediksikan positif meskipun lajunya tidak terlalu pesat. "Karena itu, rupiah akan kembali menguji level psikologis 9.000," katanya kepada INILAH.COM.

Menurutnya, jika level tersebut berhasil ditembus ke bawah, rupiah berpeluang menguat ke level 8.978 per dolar AS. "Tapi, kalaupun melemah sudah terbatas di level 9.032," tandasnya.

GDP AS diprediksikan naik jadi 3,5% (year on year) dari kuartal sebelumnya 2,6%. Sementara itu, untuk GDP per kuartal diperkirakan di level 1,7% dari kuartal sebelumnya 2,1%. "Yang kuartal, kurang dilihat oleh para ekonom Bank Sentral," ujarnya.

Sebab, lanjutnya, di kuartal keempat merupakan musim badai salju. Karena itu, wajar terjadi penurunan GDP karena faktor musiman. "Karena itu, yang jadi acuan adalah year on year," paparnya.

Positifnya ekspektasi atas GDP AS itu, bisa memicu risk appetite (hasrat pasar atas aset-aset berisko). "Sebab, berlanjutnya porgram Quantitative Easing (pelonggaran kuantitative) hingga Juni 2011, akan memperlemah dolar AS sebagai mata uang safe haven," imbuh Albertus.

Kurs rupiah di pasar spot valas antar bank Jakarta, Kamis (27/1) ditutup menguat 10 poin (0,11%) jadi 9.034/9.038 per dolar AS. [hid]
Read More......

Gairah IPO di AS Mulai Bangkit

Oleh: Asteria
Pasar Modal - Jumat, 28 Januari 2011 | 05:04 WIB


INILAH.COM, New York– Wall Street mencapai level tertinggi barunya, dengan rata-rata indeks Dow Jones mendekati level 12.000. Perusahaan pun semakin banyak yang memutuskan untuk menjual saham ke publik.

Beberapa perusahaan merencanakan penawaran umum perdana, terbesar sejak 2007. Rabu (26/1) dua transaksi yang mulai mengalir, dimana perusahaan pemasaran Nielsen dan perusahaan konten online Demand Media mulai melantai di bursa.
Saham Demand Media melonjak 33% menjadi US$ 22,65 dari harga IPO sebesar US$ 17, angka tertinggi dari ekspektasi. Nielsen naik 9% menjadi US$ 25 dari harga IPO US$ 23, lebih tinggi dari yang diharapkan. “Sementara itu, ada 28 perusahaan yang akan IPO beberapa pekan ke depan,” kata Linda Killian dari Renaissance Capital.

Dan Genter dari RNC Genter Capital mengatakan, lebih dari 20 perusahaan IPO pada November dan Desember 2010, pasar tersibuk sejak 2007. Padahal, lima pekan pertama 2010, hanya delapan IPO yang dilakukan. "Investor tampaknya siap untuk kembali IPO," ujarnya.

Investor melihat beberapa pola dari IPO perusahaan-perusahaan ini, salah satunya adalah pembayaran utang.Ekuitas swasta, yang membeli perusahaan dengan meminjam dana selama gelembung utang 2007, berencana menjual kembali ke publik. Misalkan saja Nielsen, yang dibeli Mei 2006 oleh beberapa perusahaan.

“IPO ini disambut karena dana sebesar US$1,6 miliar sebagian akan digunakan untuk membayar utang," ujar Francis Gaskins dari IPOdesktop.com. “IPO Nielsen diharapkan menjadi kesepakatan saham yang didukung AS swasta sejak Spirit AeroSystems pada 2006,” tambah Dealogic.

IPO ini pun diharapkan dapat meningkatkan peran perusahaan-perusahaan AS. Pasalnya, dari 28 IPO mendatang, hanya empat yang merupakan perusahaan berbasis China. Perusahaan-perusahaan AS mendominasi pasar.

Josef Schuster dari IPOX Modal mengakusenang dengan apa apa yang dilihat di 2011 sejauh ini. Menurutnya, ini indikasi positif karena perusahaan AS telah menjadi bagian yang hilang dari pemulihan IPO.“Semuanya akan datang kembali dengan sepenuh hati,” katanya.

Selain itu, membaiknya sentimen ini diharapkan dapat meningkatkan minat perusahaan kecil untuk IPO.“Kekeringan di perusahaan-perusahaan baru AS yang akan go publik, mulai mereda, terutama karena transaksi dari perusahaan medis,” kata Jay Ritter, profesor finansial di University of Florida.

Berdasarkan data Renaissance Capital, 2010 adalah tahun dimana IPO mulai menunjukkan tanda-tanda kehidupan. Tahun itu, sebanyak 154 IPO diselesaikan. Angka itu naik 144% dari 2009 yang mencatatkan 63 perusahaan IPO, kemudian dari 2008 yang hanya 31 perusahaan.

Namun, angka ini belum bisa mengalahkan IPO pada 2007 sebanyak 214 perusahaan, 196 pada 2006 dan 192 pada 2005. Tapi tetap, 2010 adalah tahun pertama sejak tahun 2007 di mana jumlah IPO kembali di kisaran tiga digit.

IPO merupakan aspek penting pasar modal. Sebuah IPO terjadi ketika perusahaan menjual saham kepada publik dan diperdagangkan di pasar saham. Perusahaan melakukan IPO karena berbagai alasan. Kadang-kadang perusahaan kecil ingin mengumpulkan dana untuk berekspansi dan berkembang dengan cepat.

Perusahaan lain melihat IPO sebagai cara yang memungkinkan karyawan dan manajemen melihat kinerja keuangan di sebuah perusahaan. Terkadang perusahaan juga melakukan IPO untuk mengurangi beban utang mereka.

Selain dari jumlah perusahaan, kesuksesan IPO juga dilihat dari kinerja yang kuat. IPO AS rata-rata naik 25% pada 2010, terbaik sejak 2006. Performa IPO AS terbaik pada 2010 sebagian besar adalah perusahaan teknologi, dengan saham-saham teratas adalah Molycorp, HiSoft , RealPage , Youku.com dan Broadsoft. Masing -masing memiliki return 256%, 202%, 181%, 174% dan 165%.

Para pengamat pun menilai IPO masih menarik dilakukan di masa depan. Hal ini mengingat, IPO bereaksi terhadap apa yang terjadi di pasar saham global.

Tahun yang kuat untuk saham pada 2010, membuka pintu lebih besar bagi perusahaan untuk mempertimbangkan go publik. Sejak Oktober, 58 perusahaan telah mengajukan rencana untuk go public. Itu awal yang baik. Sementara itu, ada laporan bahwa perusahaan-perusahaan high-profile seperti Facebook dan LinkedIn mungkin mempertimbangkan IPO.

IPO yang diantisipasi secara luas pada umumnya dapat menjadi alat pemasaran yang sangat kuat untuk pasar IPO. Ada sejumlah kesepakatan IPO luas diantisipasi dalam perusahaan-perusahaan, termasuk Kayak Software, GameFly dan ZipCar. “Namun, tidak realistis mengharapkan lebih dari 200 IPO tahun ini,” kata Linda Killian. [mdr]
Read More......

Biar Saham Aman, Ayo Hit and Run

Oleh: Bastaman
Pasar Modal - Jumat, 28 Januari 2011 | 08:13 WIB


INILAH.COM, Jakarta - Setelah isu kenaikan BI rate yang ditunggu-tunggu tak kunjung menjadi kenyataan, investor pun bosan. Mereka pun kembali mengalihkan dananya dari portfolio nonsaham ke saham.

Selasa (25/1) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menguat 1,97% dan ditutup di level 3.501,7. Kenaikan itu memang masih di bawah penurunan indeks selama tiga pekan terakhir yang mencapai 10%. Tapi pencapaian itu telah memberi harapan baru. Selanjutnya, Kamis (27/1) IHSG kembali naik 12,907 poin (0,36%) ke level 3.514,624.
Fauzi Ichsan, ekonom senior Standard Chartered Bank, juga meyakini indeks akan melonjak kembali. Soalnya, saat ini merupakan momentum tepat untuk membeli saham.

Aksi jual besar-besaran selama tiga pekan terkahir membuat PER (price earning ratio) saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) hanya 13 kali dari laba korporasi 2010 alias sangat murah. “Itulah yang membuat investor asing kembali masuk ke sini,” kata Fauzi.

Pendapat Fauzi didukung Destry Damayanti, Kepala Ekonom Mandiri Sekuritas. Tetapi Destry mengingat, penguatan yang terjadi di hari-hari mendatang tidak akan terlalu tajam.

Sebab, selain minim sentimen positif yang bisa mendorong indeks ke atas, para investor juga masih menyimpan amunisi dana segarnya agar bisa ikut dalam rights issue Bank Mandiri dan penawaran perdana saham PT Garuda Indonesia. “Tapi, kenaikan indeks ini akan bertahan lama atau tidak, tergantung inflasi Januari,” kata Destry.

Seperti dikatakan Gubernur BI Darmin Nasuition kepada pimpinan redaksi media massa, bank sentral belum berniat menaikan suku bunga acuan (BI rate) karena inflasi yang terkendali.

Ucapan Gubernur BI itu mengandung arti bahwa BI rate bisa saja dinaikan kalau inflasi Januari atau bulan-bulan berikutnya cukup tinggi. “Jika inflasi Januari ternyata tinggi, kemungkinan besar akan menaikan BI rate,” kata Destry.

Nah, karena kondisinya belum stabil benar, analis menyarankan investor melakukan jurus hit and run. Saham-saham yang dianjurkan untuk dikoleksi adalah saham-saham perkebunan, pertambangan dan telekomunikasi.

Namun, ya itu tadi, investor diingatkan jangan menyimpan saham terlalu lama. Walaupun untung kecil, investor harus segera melepas sahamnya ketika harga saham mulai naik. Jadi, menurut sejumlah analis, strategi hit and run cocok diterapkan dalam situasi seperti sekarang. [mdr]
Read More......

Inilah Saham Pilihan Jumat (28/1/2011)

Oleh: Wahid Ma'ruf
Pasar Modal - Jumat, 28 Januari 2011 | 04:00 WIB

INILAH.COM, Jakarta - Pergerakan IHSG hari ini menguji kemungkinan ditutup di atas level 3.530. Kalau terjadi maka penurunan jangka pendek akan segera berakhir sehingga akan diuji di level 3.630-3.700.

Demikian dikutip dari hasil riset analis senior HD Capital, Yuganur Wijanarko kemarin. "Bila IHSG berhasil ditutup diatas resistance kunci 3.530 hari Jumat unutk akhir pekan dan akhir bulan maka down-trend jangka pendek secara resmi akan berakhir untuk reverse trend ke resistance berikutnya di 3.630-3.700."
Indeks kemarin ditutup naik 12,91 poin (0,37%) ke 3.514,62. Volume perdagangan mencapai Rp3,2 miliar saham senilai Rp5,3 triliun.IHSG mengalami net buy foreign sebesar Rp722,4 miliar dengan penjualan asing mencapai Rp1,6 triliun dan pembelian asing sebesar Rp2,3 triliun.

saham pilihan Astra International (ASII) disarankan beli dengan target harga di 50.250 dari penutupan kemarin di 51.200. Strategi keluar pertama di 53.500 dan kedua di 54.500 dengan reverse posisi di 55.000.

Secara teknikal cukup overbought (jenuh beli) namun masih ada sedikit ruang untuk mencoba mengetes resistance di down-trend-line Rp.53.500. Bila terjadi pergerakan menuju resistance tersebut disarankan untuk take profit terlebih dahulu dan menunggu pullback retracement untuk masuk kembali.

Saham Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) disarankan beli dengan target harga di 21.700 dari penutupan kemarin di 20.300. Strategi masuk pertama di 20.200 dan kedua di 19.800 dengan cut loss di 19.350. Valuasi yang kembali menarik dengan proyeksi earnings tetap serta signal buy dari stochastic oscillator 5 harian yang confirm pattern tweezers bottom candlestick di daily chart menunjukan potensi emitten batubara ini untuk rally menembus 5-MA Rp20.500 dan menuju resistance berikutnya di 50-MA Rp21.700.

Saham Adaro Energy (ADRO) disarakan beli dengan target harga di 2.700 dari penutupan kemarin di 2.425. Strategi masuk pertama di 2.400 dan kedua di 2.300 dengan cut loss di 2.200.

Saham Bumi Resources (BUMI) disarankan beli dengan target harga di 3.200 dan kedua di 3.025. Strategi masuk pertama di 2.950 dan kedua di 2.950 dan kedua di 2.850 dengan cut loss di 2.725. Pasar menunggu saham sejuta umat ini keluar dari formasi konsolidasi (trading range) untuk breakout ke Rp3.200.

Bumi memiliki 90% pangsa expor jadi akan sangat sensitif ke pergerakan harga batubara yang diperkirakan menembus US$160/ton tahun ini.
Read More......

Rabu, 26 Januari 2011

Tunggu Konfirmasi Penguatan IHSG di 3.450

Oleh: Asteria
Pasar Modal - Rabu, 26 Januari 2011 | 06:48 WIB


INILAH.COM, Jakarta – Bursa saham Indonesia Rabu (26/1) diperkirakan bergerak variatif. Namun, kalau indeks berhasil menembus 3.450, ada beberapa saham yang menarik untuk dibeli.

Kepala Riset PT Universal Broker Satrio Utomo memprediksikan, IHSG hari ini akan bergerak cenderung mixed. Indeks masih berat melaju ke zona positif. “IHSG akan bergerak di kisaran level support 3.390 dan resistance 3.450,”katanya kepada INILAH.COM.
Menurutnya, kenaikan indeks kemarin belum mengkonfirmasi pembalikan arah. IHSG berhasil ditutup menguat ke level 3.433. Namun, masih di kisaran resitancenya yakni 3.425-3.475. “Kalau indeks sudah melewati 3.450, baru ada sinyal penguatan yang positif,”ujarnya.

Salah satu yang membebani pergerakan indeks adalah kondisi bursa global. Tommy menuturkan, IHSG mengalami koreksi ketika bursa global menguat. Sehingga pembalikan arah bursa eksternal dikhawatirkan dapat menyeret pelemahan IHSG.

Sedangkan dari dalam negeri, pasar saat ini masih menantikan penetapan harga rights issue bank Mandiri (BMRI), yang diisukan berada di level rendah. “Kalau hal ini terealisasi, maka dapat mengangkat bursa,” ucapnya.

Dengan peluang penguatan IHSG yang masih cukup panjang, investor sebenarnya mempunyai kesempatan beli yang cukup besar. Namun, ia menyarankan investor menahan diri dan tidak terlalu agresif, menunggu hingga level resistance terlewati.

“Ini berarti, bagi pelaku pasar yang positioning, kalau level 3.450 gagal ditembus, sebaiknya exit. Namun kalau angka berhasil dilampaui, investor bisa menambah posisi,”ujarnya.

Saham-saham yang menarik untuk dibeli dan memiliki potensi kenaikan cukup besar adalah Unilever (UNVR), TB Bukit Asam (PTBA) dan Indocement (INTP). “Saham-saham ini menarik, terutama setelah indeks mengkonfirmasi penguatannya,” katanya.

Pada perdagangan Selasa (25/1), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 87,845 poin (2,62%) ke level 3.433,906. Perdagangandi Bursa Efek Indonesia, didukung volume transaksi sebesar 3,273 miliar lembar saham senilai Rp 5,604 triliun dan frekuensi 114.945 kali.

Sebanyak 205 saham naik, 44 saham turun dan 58 saham stagnan. Penguatan bursa didukung aksi beli asing, yang mencatatkan transaksi beli bersih (net foreign buy) sebesar Rp331 miliar. Rinciannya adalah aksi beli mencapai Rp2,378 triliun dan aksi jual sebesar Rp2,046 triliun. [mdr]
Read More......

Pasar Saham Masih Bisa Perkuat Rupiah

Oleh: Ahmad Munjin
Pasar Modal - Rabu, 26 Januari 2011 | 06:00 WIB


INILAH.COM, Jakarta - Kurs rupiah di pasar spot valas antar bank Jakarta, Rabu (26/1) diprediksi menguat terbatas. Sebab, penguatan indeks saham kemarin, bisa disusul dengan pola konsolidasi hari ini.

Ariston Tjendra, periset dan analis PT Monex Investindo Futures mengatakan, potensi penguatan rupiah hari ini masih dipicu oleh aliran modal yang masuk ke pasar saham domestik setelah menguat 2,6% pada perdagangan kemarin. Tapi, penguatarn rupiah akan terbatas.
Sebab menurutnya, secara historis, jika indeks saham terjun dalam lau rebound seperti yang terjadi kemarin, berpeluang konsolidasi hari ini. "Karena itu, rupiah akan bergerak dalam kisaran 9.020 - 9.080 per dolar AS,” katanya kepada INILAH.COM.

Ariston menegaskan, rupiah pun berpeluang konsolidasi mengikuti pola yang terjadi di bursa saham. "Karena itu, peluang penguatannya jadi terbatas," papar Ariston.

Sementara itu, lanjutnya, pertemuan The Federal Open Market Committee (FOMC) Rabu (26/1) ini atau Kamis pagi di Indonesia, tidak akan berpengaruh banyak pada pergerakan rupiah hari ini.

Memang, The Fed bisa mengeluarkan outlook ekonomi AS ke depannya yang sudah diekspektasikan membaik. Tapi, terkait suku bunga tidak akan berubah di level 0-0,25% saat ini. "Meskipun The Fed bisa memberikan sinyal kenaikan inflasi di AS," tuturnya.

Selain suku bunga, tahapan Quantitative Easing (QE) yang sudah digelontorkan saat ini akan berlangsung sesuai rencana semula untuk pemulihan ekonomi AS. Kurs rupiah di pasar spot valas antar bank Jakarta, Selasa (25/1) ditutup menguat 30 poin (0,33%) jadi 9.033/9.9043 per dolar AS. [hid]
Read More......
Search the Web:
Need more targeted traffic? Join TrafficSwarm for FREE!

Powered by GainScope.com - Forex